sejarah alyalu

JAWARA. Tim fisika SMP Unggulan AL-YA`LU : Bagas dan Dies berhasil memboyong Juara 1 trofi juara Olimpiade Fisika Tingkat Nasional Nupho 2018 di Universitas Negeri Malang (UM)

Dua siswa ini memang istimewa. Tidak semua anak memahami fisika semeriah makan camilan seperti Dies Haditsa Putra Nursadih dan Bagas Adicita Rabbani. Bagi kedua anak itu, fisika jadi pelajaran yang menyenangkan. Laksana teman-teman seusianya yang main game. Apa buktinya?

Minggu, 30 September 2018, kedua siswa ini berhasil menjadi juara 1 Olimpiade Fisika Nasional SMP/MTs di Universitas Negeri Malang (UM). Olimpiade fisika tersebut bernama Nucleon Physic Olympiad (Nupho). Kedua siswa ini merupakan satu tim SMP Unggulan AL-YA’LU. Atas keberhasilannya, mereka berhasil memboyong Trofi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), piala tetap, piagam dan sejumlah hadiah uang pembinaan.

Untuk menjadi juara memang harus bertempur dengan soal-soal fisika pada beberapa babak. Keseluruhan peserta yang mengikuti olimpiade tersebut untuk jenjang SMP dan SMA, total ada 500 peserta. Kedua siswa ini melaju hingga di babak final. DI babak final yang sangat seru akhirnya menempatkan pasangan Dies dan Bagas sebagai kampiun. Mereka merebut juara 1 olimpiade fisika tingkat nasional.

Lima siswa Sekolah Unggulan ALYA’LU yang memperoleh medali emas ICAS di Jakarta

Siswa-siswi sekolah Unggulan Al Ya’lu Malang berhasil mengharumkan nama Malang dan Indonesia di kancah internasional. Pasalnya, mereka telah memborong 19 medali dari olimpiade bergengsi yang diselenggarakan University of New South Wales (UNSW) Australia.

Kompetisi akademik tersebut lebih populer dikenal dengan nama ICAS atau International Competition Assesment for School. Sebanyak 19 medali yang diraih siswa-siswi ALYA’LU tersebut terdiri dari 6 medali emas, 7 medali perak, dan 6 medali perunggu.

Mereka berkompetisi dengan 10.000 peserta dari 20 negara di seluruh dunia. Atas prestasi ini Sekolah Unggulan ALYA’LU mendapatkan anugerah sebagai Sekolah Terbaik di Indonesia. Penghargaan tahun 2017 tesebut merupakan kali ke-3 setelah sebelumnya meraih pada tahun 2014 dan 2016.

Kepala SMP Unggulan Al Ya’lu menjelaskan, program ini bisa dikatakan layaknya ujian internasional. Pada sistem pengerjaannya, para peserta diberikan soal-soal yang kemudian harus dijawab, dan hasilnya dikoreksi dan didata oleh UNSW Global Australia. Seluruh soal yang disajikan tersebut berbahasa Inggris.

Mata pelajaran yang diujikan dalam olimpiade antara lain Science, Mathematics, English, Digital Technology, dan Writing. Meski Al Ya’lu hanya mengikuti tiga mata pelajaran, yaitu Science, Mathematics, dan Digital Technology, tapi berhasil menduduki tempat tertinggi dengan meraih 6 medali emas, 7 perak dan 6 perunggu.

Lima siswa yang telah meraih 6 medali emas, datang dengan penuh rasa bangga. Kelima siswa tersebut adalah Ahmad Kutai Bantani berhasil menyabet dua medali emas sekaligus atau double winner, yakni pada Science dan Mathematics. Ahsin Kamil Hakim, peraih emas Science kelas 4; Mahmud Maghribi, peraih emas Science kelas 4;  Aang Maulana, peraih emas Digital Technologies kelas 6 dan Wahid Bandar Abiddin, peraih emas Mathematics kelas 8.

Dari segi persiapan, pihak sekolah tidak terlalu bersusah payah. Sebab, pembelajaran sehari-hari di sekolah Al Ya’lu memang menerapkan sistem bilingual atau penggunaan dua bahasa dalam satu pelajaran. Yakni bahasa Indonesia dan Inggris. Di samping itu, materi-materi soal di ICAS juga telah masuk pada kurikulum sekolah sehingga seluruh siswa dipastikan telah mempelajarinya.

Olimpiade atau kompetisi ini termasuk salah satu event terbesar yang paling diminati. Dari Kota Malang sendiri ada beberapa sekolah lain yang ikut berkompetensi, baik jenjang SD, SMP, maupun SMA. Sedangkan dari Indonesia peserta terbanyak berasal dari Jabodetabek.

Selain Indonesia, ada 20 negara yang turut jadi peserta. Di antaranya, Australia, Selandia Baru, Brunei, Hongkong, Malaysia, Singapura, India, Afrika Selatan, dan negara-negara di kawasan Timur Tengah, Afrika bagian utara dan kawasan Pasifik

Sekolah Unggulan AL-YA’LU Menyambut Walikota Malang Abah Anton, Dandim dan Kapolresta Malang
apak Walikota Malang Moch. Anton dan Ibu Hj. Dewi Farida Suryani, Letkol Arm Arya Yudha Setiawan Dandim 0833 Kota Malang beserta ibu, Kapolsekta Blimbing Kompol Budi Setiono, Dra. Zubaidah, MM Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang bersama anak-anak TK Unggulan Al-Ya’lu

Bapak Walikota Malang Moch. Anton dan Ibu Hj. Dewi Farida Suryani, Letkol Arm Arya Yudha Setiawan Dandim 0833 Kota Malang beserta ibu, Kapolsekta Blimbing Kompol Budi Setiono, Dra. Zubaidah, MM Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang bersama anak-anak TK Unggulan Al-Ya’lu

“Luar biasa, saya menyaksikan sekolah ini luar biasa, fasilitasnya, kreativitasnya dan prestasinya hingga tingkat nasional dan internasional”, demikian penilaian Bapak Walikota Malang Moch. Anton yang terkenal dengan nama Abah Anton ketika blusukan di Sekolah Unggulan AL-YA’LU pada Minggu pagi, 19 April 2015.

Walikota Malang Abah Anton menerima pengalungan sorban dari anak TK Unggulan Al-Ya’lu

Walikota Malang Abah Anton menerima pengalungan sorban dari anak TK Unggulan Al-Ya’lu

Bapak walikota berkomentar demikian setelah berkeliling sekolah menyaksikan fasilitas sekolah, medali dan piala prestasi berbagai kejuaraan, kreativitas dan unjuk kebolehan peserta didik TK dan SD Unggulan AL-YA’LU.

Kehadiran Bapak Walikota Malang beserta Ibu Hj. Dewi Farida Suryani di Al-Ya’lu didampingi unsur Muspida Kota Malang. Komandan Kodim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Arya Yudha Setiawan SIP.

Bapak Komandan Kodim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Arya Yudha Setiawan SIP juga menerima pengalungan sorban dari peserta didik Al Ya'lu

Bapak Komandan Kodim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Arya Yudha Setiawan SIP juga menerima pengalungan sorban dari peserta didik Al Ya’lu

Dari unsur pemerintahan Bapak Walikota didampingi seluruh kepala dinas atau kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Malang, Bapak Drs. Ali Mulyanto, MM  Camat Blimbing, Kapten Arh Heru Sunyoto Danramil 0833/03 Blimbing dan Bapak Muhammad Suhadak, SE. Lurah Arjosari.

MERIAH. Penyambutan kunjungan bapak walikota Malang oleh ratusan siswa, guru dan masyarakat umum turut diliput media nasional

MERIAH. Penyambutan kunjungan bapak walikota Malang oleh ratusan siswa, guru dan masyarakat umum turut diliput media nasional

Bapak walikota Malang selalu memberi apresiasi setiap kali bertemu dengan anak-anak di setiap stan. Saat berkunjung depan tenda pramuka beliau langsung mengangkat tangan hormat kepada Pramuka Al-Ya’lu yang baru saja menjuarai East Java Scout Challenge (EJSC) Kota Malang dan akan mewakili Kota Malang di EJSC Jawa Timur di Surabaya. Demikian pula ketika datang di stand kreativitas menganyam, Abah Anton menanyai Tarisa yang baru saja menjadi juara 1 lomba menganyam tingkat kota. Bersama anak-anak TK, bapak walikota menyemangati anak-anak itu meneruskan karya mewarnanya.

….Tak luput dari perhatian Abah Anton saat bersama Luluk yang baru saja menjadi juara 1 membatik sekota Malang yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang. Gerakan tangan Luluk yang lincah dan halus dalam mencanting mendapatkan apresiasi dari walikota Abah Anton.

Blog Stats
  • 23,200 visitors
Recent Posts
Calendar
December 2018
M T W T F S S
« Oct    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31