SD Al Ya’lu Malang

.

.

.

Kecil tapi pintar mendongeng. Siswa SD Unggulan AL-YA’LU ini pun meraih juaranya dalam ajang Festival Anak Sholat Tahun 2017 yang selenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ahsin Kamil Hakim, siswa kelas IV berhasil menjadi runner up dalam Lomba Mendongeng tentang Sholat, salah satu lomba dalam event yang dilaksanakan di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (17/12/2017). Selain mendapatkan Piagam dan Trophi, ananda Ahsin juga berkesempatan bertemu langsung dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Suhaibi yang hadir, sekaligus membuka event tersebut.

Siswa SD Unggulan ALYALU, Ahsin Kamil Hakim, menerima Plakat Juara Lomba Mendongeng Festival Anak Sholat UMM

Siswa yang akrab dipanggil Ahsin ini, berhasil mengungguli peserta lainnya melalui beberapa tahapan. Selain harus mengirimkan video mendongeng ke panitia lomba, Ahsin harus berkompetisi dengan peserta lain untuk meraih dukungan masyarakat melalaui media sosial, yaitu youtube, instagram, facebook, dan lain-lain. Setelah mendapatkan voting terbanyak di media sosial, ananda Ahsin selanjutkan tampil langsung di hadapan khalayak umum yang hadir dalam acara puncak
Festival Apresiasi Anak Islam yang berlangsung di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sabtu, 7 Desember 2017. Setelah melalui Continue reading

MEMBANGGAKAN: Tim pemenang mendapatkan hadiah yang langsung diserahkan oleh Gubernur Jatim Soekarwo, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim Saifullah Yusuf, dan Direktur PT DBL Indonesia Azrul Ananda.

MEMBANGGAKAN: Tim pemenang mendapatkan hadiah yang langsung diserahkan oleh Gubernur Jatim Soekarwo, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim Saifullah Yusuf, dan Direktur PT DBL Indonesia Azrul Ananda.

Prestasi membanggakan diukir SD Al Ya’lu, Kota Malang. Di ajang final East Java Scouts Challenge 2K15 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Yonkav 8/Tank, Beji, Kabupaten Pasuruan, Jumat (14/8) malam, tim putra SD Al Ya’lu meraih juara pertama. Tim ini pun berhak meraih tiket belajar Pramuka di Amerika Serikat pada Oktober 2015.

BERGENGSI. Riuhnya suasana di babak grand final East Java Scout Challenge 2K15

BERGENGSI. Riuhnya suasana di babak grand final East Java Scout Challenge 2K15

Selamat datang kakak, selamat datang kakak, selamat datang kami ucapkan. Terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama…” Lagu sambutan khas Pramuka tersebut dengan gegap gempita dinyanyikan sekitar seratus siswa-siswi SD Al Ya’lu, Arjosari. Dengan semangat, mereka menyambut Regu Putra Pramuka Gudep Unggulan Al Ya’lu yang pada Jumat (14/8) malam lalu berhasil menjadi juara pertama EJSC 2K15.

MERIAH. Kedatangan Pramuka AL-YA'LU disambut meriah oleh siswa, guru dan wali siswa.

MERIAH. Kedatangan Pramuka AL-YA’LU disambut meriah oleh siswa, guru dan wali siswa.

Bak pahlawan, kesepuluh siswa kelas V dan VI itu diberi kalung rangkaian bunga oleh adik-adik kelasnya. Guru-guru perempuan dan para orang tua, banyak yang meneteskan air mata bahagia. Melihat sambutan seperti itu, wajah anak-anak sontak semringah. Tampaknya rasa lelah setelah empat hari berjuang sejak Selasa (11/8) lalu di Bumi Perkemahan Yonkav 8/Tank, Beji, Kabupaten Pasuruan, terbayar lunas.

Regu Pramuka putra dan putri ALYALU sesaat ketika akan diberangkatkan dari Balikota Malang

Regu Pramuka putra dan putri ALYALU sesaat ketika akan diberangkatkan dari Balikota Malang

Sepuluh anak tersebut yakni Muchammad Faiq Ubaidillah sebagai pemimpin regu (pimru), Dies Hadista Putra sebagai wakil pimru, juga Sultan Aziz Misbahi, Soffwan Wiranaha, Rayhan Andrasakti, Hamas Baja Sahik Al Jama, Ahmad Muddatstsir, Dzulfiqar, Rohul Ahid Salam, dan MA Al Farrus. Mereka didampingi oleh Pembina Pramuka Choirul Huda.

Setelah acara sambutan, anak-anak dengan prestasi membanggakan tersebut diminta berbagi pengalaman pada teman-teman, adik kelas, juga orang tua siswa. Di ruang home theater, secara bergiliran mereka menceritakan keseruan bertarung melawan 113 tim putra lain perwakilan dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Kisah pertama dipaparkan Muchammad Faiq Ubaidillah. Siswa kelas VI ini mengaku langsung menangis haru saat tim yang dipimpinnya berhasil menjadi pemenang. ”Lombanya padat sekali. Dikemas sangat menarik hingga selama empat hari waktu tak terasa berlalu,” tutur Faiq –sapaan akrabnya.

Hari pertama hingga ketiga, lanjut dia, dilakukan berbagai fun games dan tantangan. Di tiap tantangan, terdapat medali emas yang harus diperebutkan. Lima peserta yang mendapatkan emas paling banyak lah yang berhak melaju ke babak final. ”Hingga akhir babak penyisihan, kami baru dapat lima emas. Meski saat itu ada dua tantangan yang belum diumumkan hasil emasnya, yakni filateli dan cooking,” terang dia.

Manda.

Mereka sempat pesimistis saat panitia mengumumkan nama-nama gudep yang berhak bertanding di final. Sebab saat lima finalis diumumkan, capaian emasnya sudah enam buah. Begitu pun dengan regu kedua, ketiga, dan keempat. ”Pas disebut Al Ya’lu dapat tujuh emas, kami sempat tak percaya. Ternyata di filateli dan cooking, kami juga dapat emas,” terang Faiq. Saat itu, timnya memasak sup yang rasanya paling enak dibanding peserta-peserta lainnya.

Di babak final, tim mereka berhadapan dengan Gudep Yorosati Jember, Gudep Katol Timur Bangkalan, Tompokersan Lumajang, dan Kademangan 1 Blitar. Dies Hadista Putra, wakil pimru mengungkapkan ketegangan saat babak final. Di babak tersebut, peserta diberikan tiga tantangan. Yakni quiz bowl, peta buta, dan main challenge. ”Waah itu tegang banget. Namun, kami atur strategi agar menang,” terang dia.

Saat quiz bowl, para peserta diberi berbagai pertanyaan yang menguji pengetahuan kepramukaan, pengetahuan umum, hingga pelajaran sekolah. ”Tiap regu mengirimkan tiga perwakilan untuk diberi pertanyaan. Yang paling cepat menjawab poinnya 10,” terang Dies.

Sayangnya dalam babak itu mereka tertinggal oleh kelompok Lumajang yang mendapatkan 45 poin. ”Pada babak itu nilai kami terselip sepuluh poin, di layar hanya muncul 15 poin padahal harusnya 25 poin,” terang Dies. Setelah salah satu guru meminta panitia mengulang rekap nilai, terbukti mereka berhasil mendapatkan 25 poin.

Regu mereka membalik keadaan saat babak kedua. Mereka dihadapkan pada sebuah peta buta. Tugas mereka harus memasang nama-nama 58 kabupaten/kota di peta tersebut. Tiga perwakilan regu harus memasang sebanyak-banyaknya nama hanya dalam waktu dua menit. ”Strategi di babak kedua, saya bagi wilayah peta jadi tiga,” terang dia.

Sultan Aziz Misbahi di bagian perbatasan yang dekat dengan Jawa Tengah, Hamas Baja Sahik Al Jama bertanggung jawab untuk wilayah bagian utara, dan Dies sendiri di wilayah selatan plus Madura. ”Tiap nama yang benar dapat poin sepuluh juga,” tambah dia.

Di babak kedua itu mereka mendapatkan 25 poin, tertinggi dibanding lawan-lawannya. Bahkan perolehan mereka tak terkejar. Mereka pun makin percaya diri melaju ke babak ketiga.

Di babak terakhir itu mereka harus memecahkan soal Matematika untuk membuka brankas. ”Karena tegang, kami lupa membawa alat tulis,” jelas Zaman –sapaan akrab Hamas Baja Sahik Al Jama.

Akhirnya, dia terpaksa menghitung di awang-awang. Jemarinya menuliskan angka sambil berhitung di udara kosong. Setelah jawaban didapat, mereka berusaha membuka brankas. Di dalam brankas tersebut terdapat bendera dan sebuah bel. Saat memencet bel tersebut lah mereka dinyatakan sebagai pemenang. Tangis pun langsung pecah. Mereka saling berangkulan dengan air mata meleleh tanda bahagia. Apalagi mereka dipastikan mendapat hadiah belajar Pramuka-nya di Amerika Serikat pada bulan Oktober. Mereka bakal berangkat bersama dengan tim putri dari Gudep Tompokersan Lumajang yang juga juara. ”Rasanya kalau dulu ke luar negeri hanya bisa mimpi, tapi kini jadi kenyataan. Semoga menginspirasi adik-adik kelas semua,” ungkap Rayhan Andrasakti di akhir sesi bincang-bincang itu. (*/c2/abm)

Continue reading

SANG JUARA. Siswa SD Unggulan Al-Ya'lu menerima pengalungan medali juara Olimpiade Online Nasional dari Prof. Ing. Ilham Habibie, Ph.D

SANG JUARA. Siswa SD Unggulan Al-Ya’lu menerima pengalungan medali juara Olimpiade Online Nasional dari Prof. Ing. Ilham Habibie, Ph.D

SURYA Malang, JAKARTA – SD Unggulan Al-Ya’lu menyelamatkan wibawa Malang sebagai kota pendidikan. Dalam Olimpiade Online Nasional 2014, sekolah yang ada Jl Teluk Mandar 55 Arjosari, Kota Malang ini, menjadi juara pertama nasional untuk tingkat sekolah dasar.

SD Al Ya’lu menyisihkan dua ginalis lain, yakni SD Kristen Harapan, asal Denpasar, yang ada di posisi runner-up, dan SD Al-Azhar 14, Semarang, yang ada di posisi ketiga.

SANG JUARA. Siswa SD Unggulan Al-Ya'lu bersama Menteri Kominfo RI Bapak Rudiantara didampingi kepala sekolah Ibu Dr. Tutik Arindah, M.Si

SANG JUARA. Siswa SD Unggulan Al-Ya’lu bersama Menteri Kominfo RI Bapak Rudiantara didampingi kepala sekolah Ibu Dr. Tutik Arindah, M.Si

Olimpiade Online Nasional 2014 sendiri diikuti oleh 1020 sekolah di Indonesia. Kompetisi ini melombakan empat kelas, yakni SD, SMP, SMA IPA, dan SMA IPS. Di kelas yang lain, tak satupun wakil Kota Malang yang ada di posisi tiga besar.

Selain Al-Ya’lu, wakil Jatim lain yang duduk di posisi tiga besar adalah SMA Negeri 2 Genteng, Banyuwangi, yang menjadi runner-up untuk kelas SMA IPS

“Alasan dilakukannya lomba secara online adalah untuk mendorong pemanfaatan Internet secara positif,” ujar Direktur Utama Orbit Digital, Muhammad Andi Zaky, dalam acara inagurasi lomba yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah, Rabu (17/12/2014).

Olimpiade tahun ini merupakan yang kedua kalinya. Lomba pada tahun ini berlangsung sejak November 2014, dan berlangsung dalam empat tahap: tahap seleksi di tingkat kabupaten, seleksi tingkat propinsi, semifinal, kemudian final.

Selengkapnya Juara untuk tingkat SD adalah:

Kategori SD

  • Juara I SD UNGGULAN AL-YA’LU MALANG
  • Juara II SD KRISTEN HARAPAN DENPASAR
  • Juara III SDI AL-AZHAR 14 SEMARANG

Selamat dan semoga menjadi juara 1 lagi tahun berikutnya.

Blog Stats
  • 23,183 visitors
Recent Posts
Calendar
December 2018
M T W T F S S
« Oct    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31