Algar Kabirul Dawam menunjukkan medali emas KSM Nasional, bersama Bara Makiyya Madani (medali perak) dan Sultan Aziz Misbahi (medali perak).

Siswa Sekolah Unggulan AL-YA’LU Malang mencatat prestasi tingkat nasional. Mereka meraih 1 medali emas dan 2 medali perak dalam olimpiade sains tingkat nasional yang digelar oleh Kementerian Agama RI. Ketiga siswa Al-Ya’lu tersebut berjaya dalam event Kompetisi Sains Madrasah di Bengkulu yang diselenggarakan pada tanggal 24-29 September 2018.

Sultan, Algar dan Dani bersama DIrektur Pembinaan Madrasah Kemenag, Dr. Phil. Kamarudin Amin

Ketiga siswa tersebut yakni Algar Kabirul Dawam (peraih mendali emas bidang Matematika tingkat MTS/SMP); Sultan Aziz Misbahi peraih mendali perak bidang IPS tingkat MTS/SMP); dan Bara Makiyya Madani peraih mendali perak bidang IPA tingkat SD/MI. Mereka bukan hanya membanggakan nama sekolahnya. tetapi juga mengharumkan nama Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur.

Untuk mendapatkan prestasi tersebut, ketiga siswanya tersebut harus bersaing secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, hingga lolos ke tingkat nasional.  Tidak kurang 104.000 peserta yang dari 34 provinsi yang mengikuti olimpiade sains ini untuk semua jenjang sekolah/madrasah dari tingkat kabupaten/kota. Kemudian di babak final, ketiga siswa ini lolos dan kembali bersaing dengan 500 peserta dengan nilai yang terbaik.
…..Disamping itu, bagi ketiga siswa tersebut prestasi ini adalah buah dari dukungan doa orang tua dan keberhasilan sekolah dalam memfasilitasi setiap siswanya untuk menjadi generasi yang unggul dan berprestasi. Seperti halnya kegiatan ekstrakulikuler setiap jam pulang sekolah yang dimaksimalkan betul oleh ketiga siswa tersebut untuk mengasah potensi diri.

…..Bagi Al-Ya’lu sendiri, kejuaraan tingkat nasional ini bukan prestasi pertama yang diperoleh oleh ketiga siswanya. Barra Makiyya Madani misalnya, sejak kelas 1 SD sudah meraih juara 1 lomba olimpiade sains nasional dengan hadiah edutrip ke korea selama seminggu. Kemudian Sultan Aziz Misbahi pernah mendapatkan edutrip ke Amerika selama 10 hari setelah mengikuti kejuaraan pramuka tingkat nasional beregu dan Algar Kabirul Dawam sudah banyak mengoleksi mendali di setiap olimpiade matematika tingkat nasional hingga internasional.

JAWARA. Tim fisika SMP Unggulan AL-YA`LU : Bagas dan Dies berhasil memboyong Juara 1 trofi juara Olimpiade Fisika Tingkat Nasional Nupho 2018 di Universitas Negeri Malang (UM)

Dua siswa ini memang istimewa. Tidak semua anak memahami fisika semeriah makan camilan seperti Dies Haditsa Putra Nursadih dan Bagas Adicita Rabbani. Bagi kedua anak itu, fisika jadi pelajaran yang menyenangkan. Laksana teman-teman seusianya yang main game. Apa buktinya?

Minggu, 30 September 2018, kedua siswa ini berhasil menjadi juara 1 Olimpiade Fisika Nasional SMP/MTs di Universitas Negeri Malang (UM). Olimpiade fisika tersebut bernama Nucleon Physic Olympiad (Nupho). Kedua siswa ini merupakan satu tim SMP Unggulan AL-YA’LU. Atas keberhasilannya, mereka berhasil memboyong Trofi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), piala tetap, piagam dan sejumlah hadiah uang pembinaan.

Untuk menjadi juara memang harus bertempur dengan soal-soal fisika pada beberapa babak. Keseluruhan peserta yang mengikuti olimpiade tersebut untuk jenjang SMP dan SMA, total ada 500 peserta. Kedua siswa ini melaju hingga di babak final. DI babak final yang sangat seru akhirnya menempatkan pasangan Dies dan Bagas sebagai kampiun. Mereka merebut juara 1 olimpiade fisika tingkat nasional.

MEMUKAU – Penampilan Pramuka AL-YA`LU di panggung pembukaan Lomba Gudep Unggul dan Festival Penggalang Ceria Nasional 2018 di Hotel Harris Malang

Blarrr….  Gempita peserta dan hadirin menyambut penampilan Pramuka Putra-Putri AL-YA’LU yang tampil memukau di panggung pembukaan Lomba Gudep Unggul dan Festival Penggalang Ceria Nasional 2018 di Harris Hotel and Convention, Malang (7/8/2018). Mereka tampil begitu memukau hingga mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari hadirin yang berjumlah sekitar 1000 orang.

Pramuka AL-YA’LU yang terdiri dari 10 siswa dan 8 siswi itu membawakan tari joget komando dengan iringan instrumen lagu khas Jawa Timur, Rek Ayo Rek. Tampilan komando, gerak dan tari yang dipadu dengan semaphore, sungguh apik dan menyuguhkan kesan Pramuka yang tegas namun berseni. Apalagi awal tampilannya diantarkan dengan rekam jejak prestasi yang ditorehkan yang menjadi kebanggaan daerah.

Kontingen lengkap Pramuka AL-YA’LU setelah unjuk kebolehan, bersama Kepala Sekolah dan Pembina Pramuka

Tarian yang dibawakan Pramuka AL-YA’LU ini pernah ditampilkan dalam perkemahan  Boo Fest Scouting California tahun 2015. Saat itu Pramuka AL-YA’LU kemah bersama pramuka Amerika, salah satu bagian dari reward atas prestasi sebagai Juara 1 East Java Scout Challenge (EJSC) 2015 Goes to USA.

Usai tampil, Pramuka AL-YA’LU juga membagikan pin kenangan kepada tamu undangan dari Kementerian Pendidikan, Kwarnas, Kwarda, pejabat Dinas Pendidikan dan tamu undangan lainnya.

 

1 2 3 33

Blog Stats

  • 23,162 visitors

Recent Posts

Calendar

December 2018
M T W T F S S
« Oct    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31